Pemicu-pemicu Orang Bisa Mati Suri

img

Jakarta, Sampai saat ini, baru sedikit yang dipahami para ahli mengenai fenomena mati suri. Meskipun kasusnya cukup banyak, mati suri sulit dibuktikan secara ilmiah karena banyak didasarkan pada pengalaman subyektif. Akhirnya, beberapa ilmuwan berusaha mengungkapkan teori-teori yang sekiranya dapat membantu memahami fenomena ini.

“Penolakan utama terhadap fenomena mati suri adalah karena orang-orang yang mengalaminya tidak benar-benar mati. Orang yang tidak pernah mengalami kematian tidak dapat menceritakan realitas sesungguhnya yang melampaui kematian,” tulis Rubiana Soeboer, psikolog dalam bukunya yang berjudul ‘Mati Suri’ seperti dikutip detikHealth, Rabu (1/7/2012).

Lebih lanjut lagi, Rubiana menjelaskan bahwa beberapa ahli yang meyakini fenomena ini mengemukakan sejumlah argumen yang diduga dapat memicu mati suri, yaitu:

1. Mulai matinya fungsi otak

Mati suri dipahami sebagai sebuah rangkaian reaksi otak. Fenomena ini disebabkan karena transmitter saraf di otak menutup dan menciptakan ilusi yang yang menyenangkan.

Oleh karena itu, mati suri merupakan fungsi otak yang tengah menjalani proses kematian dan dialami oleh semua manusia. Itulah sebabnya orang yang mengalami mati suri secara garis besar mengalami pengalaman yang mirip.

2. Otak kekurangan oksigen

Mati suri juga disebut-sebut dapat disebabkan karena berkurangnya oksigen dalam otak atau terlalu banyak karbondioksida sehingga menyebabkan halusinasi.

Tetapi teori ini tidak dapat menjelaskan mengapa beberapa orang pasien dapat menceritakan secara utuh dan meyakinkan mengenai apa yang dialami selama mati suri.

Pada halusinasi, gambaran yang dilihat tidak sepenuhnya jelas dan berhubungan erat dengan depresi, kebingungan serta penyalahgunan obat. Sedangkan kebanyakan orang yang mengalami mati suri bukanlah orang yang memiliki gangguan kejiwaan.

3. Rangsangan pada salah satu bagian otak

Beberapa ciri mati suri dikenali mirip dengan epilepsi yang berhubungan dengan kerusakan area lobus temporal di otak. Hasil penelitian menemukan bahwa menstimulasi area ini akan menimbulkan pengalaman seperti mati suri, misalnya melihat masa lalu atau mengalami sensasi terlepas dari raga.

Beberapa orang yang mengalami mati suri juga diketahui menderita stroke atau memiliki tumor di area lobus temporal. Namun anehnya, stimulus pada bagian otak ini memunculkan emosi ketakutan dan kesedihan, sedangkan emosi yang muncul ketika mati suri terkadang adalah rasa damai dan bahagia.

4. Takut mati

Dari segi psikologi, fenomena mati suri bisa disebabkan akibat ketakutan yang muncul saat berhadapan dengan kematian. Ketakutan yang muncul berusaha digantikan oleh fantasi yang menyenangkan untuk melindungi diri sendiri. Orang-orang ini melakukan depersonalisasi, memisahkan diri dari tubuh fisik.

5. Ingatan akan kelahiran

Beberapa ilmuwan berpendapat mati suri justru sama sekali tidak berhubungan dengan kematian, melainkan dengan ingatan akan kelahiran.

Seorang bayi dilahirkan meninggalkan rahim melewati lorong cahaya yang memberikan cinta serta kehangatan. Apa yang terjadi ketika mati suri sebenarnya hanyalah ingatan yang disimpan mengenai kelahirannya.
(pah/ir)

sumber

Posted on 03/08/2012, in Unik Aneh and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: